HIV/AIDS, menjadi momok yang menakutkan bagi siapapun. Bagaimana tidak?? Penyakit ini tidak kenal usia, jenis kelamin, dan status sosial sekalipun. Karena itu, banyak orang yang langsung menjauhi ketika mendengar kerabat, tetangga, teman, atau siapapun yang mungkin dikenalnya langsung menjauh. Sungguh menyedihkan bukan?? Terlebih bagi mereka penderitanya. Padahal penyakit ini tidak akan menular hanya karena kalian berjabat tangan atau sekedar berbincang dengan penderitanya. Pengetahuan yang minim banyak membuat orang salah kaprah tentang hal ini. Sebelumnya, kita harus tahu, bahwa HIV dan Aids itu berbeda.

HIV atau Human Immunodefiency Virus

HIV adalah nama virus yang menyerang kekebalan tubuh. Dalam tubuh kita ada system kekebalan tubuh yang terdiri dari sel-sel, diantaranya adalah sel-T yang tugasnya memerangi kuman dan infeksi. Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh kita, virus itu akan menyerang sel-T dan masuk disana, sembunyi tanpa diketahui untuk berapa lama. Karena itu orang yang darahnya sudah terinfeksi HIV bisa nampak sehat, namun telah menjadi sumber penularan bagi orang lain. Maka dari itu akan sangat berbahaya jika seorang penderita tidak mengetahui bahwa dirinya menderita HIV.

Bagaimana Mengenali Tubuh Yang Terinfeksi HIV ??

Cara untuk mengenali atau mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV adalah melalui tes darah. HIV tidak bisa dipandang secara kasat mata. Harus dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahuinya.

AIDS

Seorang penderita AIDS adalah ketika tubuhnya mulai tidak bisa menghalau kuman atau infeksi yang datang, meskipun hanya kuman atau infeksi ringan seperti flu. Orang yang tubuhnya terinfeksi HIV dan sudah memasuki tahap AIDS bisa meninggal hanya karena flu, radang paru-paru atau diare yang tidak berkesudahan. Hal ini karena kekebalan tubuhnya tidak lagi berfungsi untuk menekan kuman dan infeksi yang ada sehingga infeksinya bertambah parah dan akhirnya meninggal. Masa seseorng terinfeksi HIV hingga ke fase AIDS berbeda-beda, tergantung kepada gaya hidup dan asupan gizi yang masuk. Sebab virus HIV menyerang kekebalan tubuh, sehingga sakit ringan pada orang normal bisa sangat berbahaya pada penderita AIDS.

Dan sekali lagi, bukan penderitanya yang harus kamu jauhi, tetapi penyakitnya, maka itu, kamu juga harus tahu apa yang menyebabkan orang bisa menderita HIV/AIDS:

*Tidak berganti-ganti pasangan seksual

*Pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan terhadap penggunaan jarum suntik yang diulang. Biasanya hal ini terjadi pada pemakai narkoba yang enggan memakai jarum suntik sendiri dan memilih bergantian. Tak heran jika tingkat penularan HIV di Indonesia tertinggi kedua adalah melalui jarum suntik pemakai narkoba.

* Tranfusi darah yang tercemar. Saat ini masalah donor darah sudah semakin diperketat untuk mengantisipasi terjadinya hal ini.

* Ibu hamil yang tertular HIV akan menularkan pada bayi yang dikandungnya.

*Dengan formula A-B-C :

– ABSTINENSIA artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum = menikah.

– BE FAITHFUL artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja.

– CONDOM artinya pencegahan dengan menggunakan kondom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s